/

Rabu, 02 Desember 2009

Prinsip-Prinsip Seni Rupa

1. PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA

Suatu kalimat akan mudah dimengerti jika susunan kata-katanya menggunakan tata bahasa yang baik. Begitu pula dengan karya seni rupa dan kriya, akan nyaman dilihat jika menerapkan prinsip-prinsip pengorganisasian dengan mantap. Prinsip pengorganisasian unsur seni rupa dan kriya adalah tuntunan dasar dalam mengatur suatu komposisi dari unsur-unsur tersebut. Prinsip adalah asas, prinsip dalam penyusunan karya seni rupa adalah asas dalam menyusun sebuah karya seni rupa, sehingga karya seni yang diciptakan mencapai sasaran yang diinginkan.

a. Harmoni

Untuk memahami tentang harmoni atau keselarasan coba perhatikan jari-jari anda. Perhatikan bentuknya, warnanya, garis-garisnya, teksturnya. Apakah ada kesamaan? Apakah anda senang melihatnya? Kemudian jelaskan bagaimana unsur rupa yang terdapat pada jari anda itu! Harmoni merupakan suatu perasaan kesepakatan, kelegaan suasana hati, suatu yang menyenangkan dari kombinasi unsur dan prinsip yang berbeda, namun memiliki kesamaan dalam beberapa unsurnya. Semua unsur, semua bagian dikompromikan, bekerja sama satu dengan lainnya dalam suatu susunan yang memiliki keselarasan.

Contoh karya yang menerapkan prinsip harmoni

b. Kontras

Kehidupan ini terjadi karena kontras: ada siang-malam, pria-wanita, panas-dingin, sedih-bahagia dan seterusnya. Dalam seni rupa banyak yang menghindari penerapan kontras, padahal dapat memberikan daya tarik yang luar biasa bagi penglihatan. Perhatikanlah pohon bunga, lihat warna daunnya hijau, lihat warna bunganya yang merah, itu merupakan susunan unsur warna kontras antara daun dan bunga tentu menyenangkan untuk dilihat. Kenapa bisa demikian ?

Kontras adalah suatu perasaan tentang perbedaan sesuatu. Dalam seni rupa, kontras justru digunakan untuk memperlihatkan hal-hal yang tidak sama atau untuk tujuan fokus perhatian. Jika kontras digunakan secara bijaksana akan menghasilkan susunan unsur yang menarik. Tetapi sebaliknya jika terlalu banyak kontras dapat menyebabkan susunan menjadi kacau.

Kontras adalah kesan yang didapat karena adanya dua hal yang berlawanan, misalnya adanya bentuk, ukuran, warna, atau tekstur yang berbeda. Kontras yang ditimbulkan karena adanya bentuk yang berbeda disebut kontras bentuk. Jika ukurannya yang berbeda maka disebut kontras ukuran. Bila warnanya yang berbeda maka disebut kontras warna. Dan apabila tekstur yang berbeda, maka disebut Kontras tekstur.

a. Hubungan Warna Kontras b. Hubungan warna harmoni

c. Irama (Ritme)

Di dalam seni rupa dan seni kerajinan irama merupakan susunan kesan gerakan dari unsur visual. Kesan gerakan itu mungkin mengalir bergelombang, putus-putus, zig-zag dan sebagainya. Irama akan lebih kuat efeknya bila dilakukan secara berulang. Irama (ritme) adalah pengulangan yang terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau beberapa unsur. Untuk mendapatkan gerak irama (ritmis) dapat diperoleh dengan cara :

1. Melalui pengulangan bentuk(repetisi)

2. Melalui penyelangan dan pergantian (variasi)

3. Melalui progresi atau gradasi, yakni suatu urutan atau tingkatan seperti dari besar makin lama makin makin mengecil atau dari gelap sekali, kemudian menurun menjadi gelap dan akhirnya menjadi terang.

4. Melalui gerak garis berkesinambungan (kontinyu)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar